Assalamualaikum wr.wb.
Hallo, apa kabar?? Semoga yang baca baik-baik saja dan sehat selalu. Amin..
Saya buat blog yang sekian kalinya ini hanya untuk tugas. Maklum lah jarang buat blog, Lok sudah ada tgas baru saya bikin blog. Tapi semoga blog ini banyak yang baca dan bermanfaat bagi orang banyak. Jika ada kesalahan mohon pembaca memberikan kritikan dan saran bagi saya agar saya bisa membuat dengan lebih baik lagi dari yang sekarang. Tugas yang harus di penuhi yang di berikan oleh Bapak Mudafiq Riyan Pratama, S.Kom. langsung saja saya akan menjelaskan apa yang dimaksud array terlebih dahulu.
Dalam pendeklarasian variabel, kita sering menggunakan sebuah tipe data beserta nama variabel atau identifier yang unik, dimana untuk menggunakan variabel tersebut, kita akan memanggil dengan nama identifier-nya. Sebagai contoh, kita memiliki tiga variabel dengan tipe data int yang memiliki identifier yang berbeda untuk tiap variabel. Seperti yang dapat Anda perhatikan pada contoh diatas, hanya untuk menginisialisasi dan menggunakan variabel terutama pada saat variabel-variabel tersebut memiliki tujuan yang sama, dirasa sangat membingungkan. Di Java maupun di bahasa pemrograman yang lain, mereka memiliki kemampuan untuk menggunakan satu variabel yang dapat menyimpan sebuah data list dan kemudian memanipulasinya dengan lebih efektif. Tipe variabel inilah yang disebut sebagai array.
- Pendeklarasian Array
Array harus dideklarasikan seperti layaknya sebuah variabel. Apabila Anda mendeklarasikan array, Anda harus membuat sebuah list dari tipe data, yang diikuti oleh tanda kurung buka dan kurung tutup, yang diikuti oleh nama identifier. Sebagai contoh :
int []x;atau Anda dapat menempatkan kurung buka dan kurung tutupnya setelah identifier. Sebagai contoh
int x[];
Setelah pendeklarasian, kita harus membuat array dan menentukan berapa panjangnya dengan sebuah konstruktor. Proses ini di Java disebut sebagai instantiation ( Kata dalam Java yang berarti membuat ). Untuk meng-instantiate sebuah obyek, kita membutuhkan sebuah konstruktor. Kita akan membicarakan lagi mengenai instantiate obyek dan pembuatan konstruktor pada bagian selanjutnya. Perlu dicatat, bahwa ukuran dari array tidak dapat diubah setelah Anda menginisialisasinya. Sebagai contoh,
//deklarasi int x [];
//instantiate obyek
x = new int[50];
atau bisa juga ditulis dengan
//deklarasi dan instantiate obyek
int x[] = new x[50];
Pada contoh diatas, deklarasi akan memberitahukan kepada compiler Java, bahwa identifier ages akan digunakan sebagai nama array yang berisi data-data integer, dan kemudian untuk membuat atau meng-instantiate sebuah array baru yang terdiri dari 100 elemen.
Selain menggunakan sebuah keyword baru untuk meng-instantiate array, Anda juga dapat secara otomatis mendeklarasikan array, membangunnya, kemudian memberikan sebuah value.
langsung saja saya jelaskan bagaimana jalan ceritanya..
Menampikan Array Satu Dimensi dengan menerpakan Overloading Contruktor
pertama membuat kelas terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan membuat atribut-atribut yang akan dipakai. Datanya dimasukkan dulu smuanya dengan menggunakan array satu dimensi. Setelah itu, buat method yang memiliki nama yang sama tapi mempunyai mempunyai parameter yang berbeda.itulah yang dinamakan overloading construktor. Untuk menampilakan array yang ada diatas, kita menggunakan rumus for untuk mendeklarasikan atribut-atribut yang tadi dengan indeks-indeks dari array. Selanjutnya, untuk pemanggilan kita butuh yang namanya kelas main untuk memanggil kelas yang telah dibuat tadi. jadi deh kita telah membuat array satu dimensi dengan menerapkan overloading construktor. berikut merupakan contoh array satu dimensi dengan menggunakan overloading contruktor:

dan berikut kelas pemanggilannya :

berikut hasil outputnya :
- Menampilkan Array Dua Dimensi dengan menerpakan Overloading Method
Seperti biasa membuat kelas terlebih dahulu. Kemudian buat atribut yang mengandung array dua dimensi berserta data-data yang akan kita masukkan. Setelah itu, buat method yang berfungsi untuk menampilkan data-data tersebut secara teratur dengan urutan yang kita inginkan. Kita masukan nama mthod yang berbeda, dengan tipe data yang berbeda atau dengan tipe data yang berbeda pula. Inilah yang dinamakan Overloading method atau nama gaulnya method yang lebay. jagna lupa juga selanjutnya, buat kelas pemanggilan atau kita sering mengenalnya dengan kelas main. Ketika tidak ada yang error daam kelas kita. Pastinya kita sangat bahagia dan kelas pun siap untuk di jalankan. Inilah contoh dari kelas yang bahagia tersebut setelah melewati berbagai rintangan sehingga tidak terjadi error. Kan bahasanya sudah mulai lebay. Berikut contohnya :

Berikut kelas pemanggilannya yang biasa disebut main kelas :

Dan hasil outputnya adalah sebagai berikut :

Dari dua argumen yang saya jelaskan barusan, saya dapat menyimpulkan bahwa perbedaan overloading construktor dengan overloading method terletak pada perbedaan namanya. Overloading construktor memiliki nama yang sama dan memilik iparamter yang berbeda sedangkan overloading method memiliki nama yang berbeda parameternya bisa dibedain dan bisa juga disamain terserah kita juga sih enaknya gimana. Kita pastinya punya style sendiri donk. Kemudian array satu dimensi dan dua dimensi terletak pada tandak kurung siku [ ]. Jika array satu dimensi mempunyai kurung siku hanya satu. Dan jika array dua dimensi mempunyai dua kurung siku. Gampang sekali kan perbedaannya. tapi jagan salah bos, pastinya fungsinya berdea pula dengan indeks yang berbeda pula.
sudah panjang lebar saya menjelaskan semoga pembaca bisa mengerti dengan kata-kata saya yang amburadul ini. Namanya juga belajar kan boss. Demikian tutorial dari saya tentang menerapkan array ini. Terimakasih bimbingan dosen saya yang telah membuat saya menjadi program yang sempurna.
NIM : 1210651284
Wassalamualaikum wr. wb